Mengenal Social Enterprise, Karakteristik, Jenis, Contoh, dan Indikator Suksesnya

Penggunaan istilah social enterprise atau kewirausahaan sosial mulai menjadi trend di sejumlah negara, tak terkecuali di Indonesia. Hal ini semakin masif didengungkan karena dampak positif dari social enterprise adalah kegiatan ekonomi yang bermotif sosial.

Social enterprise atau social entrepreneurship menjadi kegiatan yang menarik bagi generasi milenial karena dinilai berbeda bisnis pada umumnya yang hanya fokus terhadap keuntungan materi dan kepuasan pelanggan. Namun, jika ditelisik lebih dalam pelaku bisnis sosial ini juga bisa dikatakan juga mengambil keuntungan dari pemberdayaan masyarakat untuk berbisnis. Hal tersebut bukanlah sebuah kesalahan karena untuk keberlangsungan hidup bisnisnya juga perlu dukungan modal dan penunjang fasilitas yang lebih baik agar apa yang mereka lakukan terus berkembang.

Lalu, apa saja jenis social enterprise yang ada di Indonesia? Dan indikator apa saja yang bisa digunakan untuk menilai social enterprise berhasil sukses atau tidaknya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya mengenai wirausaha sosial ini. 


Contoh Social Enterprise di Indonesia

Beberapa penerapan social enterprise di bawah ini dapat berupa kegiatan usaha dengan corak kegiatan yang berbeda-beda, yaitu seperti contoh di bawah ini.

1. dr. Gamal A dengan Rumah Millenials

Rumah Millenials merupakan sebuah klinik kesehatan yang diperuntukkan khusus bagi orang-orang yang tidak mampu secara finansial untuk mendapatkan layanan kesehatan, yaitu dengan cukup melakukan barter sampah atau asuransi sampah.

2. Tri Mumpuni dengan Inkubasi Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA)

IBEKA didirikan oleh Tri Mumpuni yang bekerja dalam bidang pembangkit listrik skala makro untuk memudahkan desa-desa terpencil di seluruh Indonesia agar mendapatkan sumber tenaga listrik dengan menggunakan sumber air setempat.

3. Mursida Rambe dengan BMT Beringharjo

Mursa mendirikan BMT di daerah pasar Beringharjo karena termotivasi untuk mengentaskan masyarakat sekitar dari praktik rentenir dengan bunga yang tidak masuk akal yang menjerat banyak pedagang di sana.

4. Asep Supriadin dengan KSU Putera Mekar

Mendirikan koperasi bersama petani teh di daerahnya hingga mereka memiliki pabrik teh sendiri yang kemudian dapat memasok hasil tehnya ke PT Sariwangi.


Jenis Tipologi Model Social Enterprise


Jenis social enterprise dapat diklasifikasikan berdasarkan orientasi misinya serta tingkat integrasi antara aktivitas bisnis dan program sosialnya, yang meliputi: 

1. Embedded social enterprise

Artinya aktivitas bisnis dan program sosial merupakan satu kesatuan yang terikat. Penerima manfaat layanan sosial akan berurusan dengan operasional dari aktivitas bisnis usaha sosial tersebut. 

Suatu aktivitas bisnis pada jenis social enterprise ini diciptakan untuk memberikan layanan kepada masyarakat sehingga segmentasi pasar yang ditargetkan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari penerima manfaat baik pasar (pelanggan) maupun karyawannya.

2. Integrated social enterprise

Artinya aktivitas bisnis dan program sosial saling terkait sehingga terdapat sifat sinergis diantara keduanya. 

Social enterprise kerap kali bertumpang tindih dengan kegiatan operasionalnya dalam hal biaya dan aset. Jenis social enterprise ini dijalankan dengan mekanisme pendanaan di mana pegiat bisnis ini melakukan perluasan misi sosial dengan mengomersialkan layanan sosial kepada target pasar yang selain penerima layanan sosial.

3. External social enterprise

Artinya aktivitas bisnis dan program sosial yang dijalankan saling terpisah. Aktivitas bisnis perusahaan merupakan kegiatan di luar dari operasi organisasi, tetapi kegiatan ini mendukung program sosial dengan cara memberikan tambahan modalnya. External social enterprise ini disusun dalam holding company sebagai pusat laba atau secara terpisah sebagai anak perusahaan nirlaba.


Indikator Keberhasilan Social Enterprise

Cara terbaik untuk menilai kesuksesan social enterprise adalah bukan dengan menghitung jumlah laba yang dihasilkan oleh organisasi, melainkan diukur dari  tingkat dimana mereka telah menghasilkan nilai-nilai sosial (social value). 

Para pegiat social enterprise bertindak sebagai agen perubahan dalam sektor sosial dengan berbagai cara. Mereka bergerak berdasarkan misi sosial yang siap bertindak meskipun tanpa dukungan sumber daya yang memadai.

Semangat yang muncul ketika sedang membahas social enterprise adalah semangat pemberian manfaat yang sebesar-besarnya untuk masyarakat, dengan cara yang inovatif yang didukung dengan pendekatan yang sistematis.

Satu hal yang dapat disimpulkan adalah social enterprise identik dengan usaha organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai kemanusiaan. Mereka akan melakukan identifikasi peluang-peluang yang dapat dikerjakan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Untuk dapat memulainya mereka harus memiliki modal inspirasi yang besar dan kuat, serta didukung oleh kreativitas dan keberanian untuk bertindak sehingga organisasi tersebut benar-benar berdampak positif bagi umat manusia.

Posting Komentar untuk "Mengenal Social Enterprise, Karakteristik, Jenis, Contoh, dan Indikator Suksesnya"